26.7 C
Jakarta
Sunday, June 16, 2024
HomeBeritaPDIP Minta Prabowo-Gibran Tak Lagi Tambah Utang RI di 2025

PDIP Minta Prabowo-Gibran Tak Lagi Tambah Utang RI di 2025

INDONESIAPOLITIK – Dalam rancangan awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, Fraksi PDIP meminta defisit utang dipatok 0% dari PDB. PDIP berpendapat bahwa pemerintahan baru tidak seharusnya dibebani.

“Kebijakan defisit pada APBN 2025 sebagai APBN transisi diarahkan pada surplus anggaran atau defisit 0%,” kata juru bicara fraksi PDIP Edy Wuryanto dalam Sidang Paripurna DPR dengan agenda penyampaian pandangan fraksi atas Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Rancangan APBN 2025 yang dihelat di Gedung DPR RI, Selasa, (28/5/2024).

Baca: Alasan Prabowo Ubah Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis

Edy Wuryanto, juru bicara PDIP menyatakan bahwa fraksinya menilai APBN transisi karena tidak seharusnya pemerintahan lama menanggung defisit utang untuk program yang tidak tercakup dalam Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) dan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN).

“Pada APBN transisi tidak sepantasnya pemerintahan lama memberikan beban defisit atas program yang belum merupakan RKP dan RPJMN program baru,” kata dia.

Akibatnya, dia meminta belanja negara untuk belanja rutin dioptimalkan, dan dia juga meminta agar APBN 2025 tidak mengalokasikan belanja modal yang termasuk proyek dalam RKP dan RPJMN.

“Belanja negara harus dioptimalkan untuk belanja rutin dan belum dialokasikan untuk belanja modal yang berisikan proyek-proyek RKP dan RPJMN baru,” kata dia.

Presiden Terpilih Prabowo Subianto dimaksudkan untuk memiliki defisit APBN yang lebih besar pada tahun 2025, yang diproyeksikan sebesar 2,45-2,82% terhadap PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan KEM-PPKF dalam Sidang Paripurna DPR pada Senin, 20 Mei 2024.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments