33.5 C
Jakarta
Saturday, June 15, 2024
HomeBeritaImigrasi Bantah Kebocoran Data Paspor 34 Juta WNI

Imigrasi Bantah Kebocoran Data Paspor 34 Juta WNI

INDONESIAPOLITIK.COM – Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM bantah tudingan kebocoran data paspor 34 juta warga negara Indonesia (WNI).

Silmy Karim, Dirjen Imigrasi, bantah tudingan tersebut mengatakan data biometrik sidik jari dan wajah pemegang paspor Indonesia aman dan tidak ada kebocoran.

Tim dari Badan Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian (SISTIK) dan Direktorat Jenderal Intelijen Keimigrasian berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atas dugaan kebocoran paspor.

“Hasil penyelidikan sementara menunjukkan tidak ada data biometrik paspor RI yang bocor. Data biometrik paspor serta data dukung permohonan paspor semua aman,” kata Silmy dalam keterangan tertulis, Minggu (9/7).

Baca: Indonesia Negara Berpenghasilan Menengah ke Atas, Apa Artinya?

Silmy mengatakan data yang dibocorkan diduga merupakan data teks, dan struktur datanya tidak sesuai dengan data yang digunakan oleh pihak imigrasi saat ini.

“Ditjen Imigrasi sedang mengimplementasikan ISO 270001-2022. Sertifikat ISO tersebut akan terbit di bulan Juli (tahun 2023) ini. Ditjen Imigrasi terus meningkatkan keamanan data yang dimiliki,” ujarnya.

ISO 270001-2022 adalah standar sistem manajemen keamanan informasi yang memberikan daftar persyaratan kepatuhan untuk disertifikasi oleh organisasi dan profesional. Standar ISO ini mendukung organisasi dalam membangun, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan sistem manajemen keamanan informasi (ISMS).

Menurut Silmy, informasi paspor Indonesia saat ini tersimpan di Pusat Data Nasional (PDN) Kominfo. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan Kominfo dan BSSN dalam menjaga database keimigrasian dan meningkatkan keamanan.

“Masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir apabila ingin mengajukan permohonan paspor RI dan mengunggah data pribadinya untuk kepentingan tersebut,” ujarnya.

Ethical Hacker Indonesia

Pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, menjadi orang pertama yang membagikan informasi mengenai kebocoran data ini di akun Twitter pribadinya.

Teguh mengatakan, portal kebocoran data juga menawarkan sejuta sampel data. Menurut dia, data berangka waktu antara 2009 hingga 2020 ini tampaknya cukup valid.

Teguh curiga Bjorka adalah perancangnya. Dia juga mengatakan bahwa Björka yang muncul kali ini mungkin masih menjadi Björka yang mengungkapkan informasi di awal tahun 2022.

“1 juta data sampel yang diberikan terlihat valid dan ini memang Bjorka yang sama jika dilihat dari domain yang dia gunakan,” ucapnya.

Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Teknologi Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengatakan data berdasarkan sample atau sampel menunjukkan kesamaan antara data paspor yang bocor dengan aslinya.

Sebuah blog yang mengaku sebagai aliran data Bjorka mengunggah data paspor 34.900.867 warga negara Indonesia dengan sampel terkompresi sebesar 1GB.

“Berdasarkan hasil sampling memang terdapat kemiripan namun belum dapat dipastikan. Dari detil diduga diterbitkan sebelum perubahan peraturan paspor menjadi 10 tahun, karena masa berlakunya terlihat hanya 5 tahun. Kementerian Kominfo menemukan fakta adanya kemiripan dengan data paspor,” kata Samuel, dalam siaran pers, Jumat (7/7).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments