26.7 C
Jakarta
Sunday, June 16, 2024
HomeBeritaIndonesia Negara Berpenghasilan Menengah ke Atas, Apa Artinya?

Indonesia Negara Berpenghasilan Menengah ke Atas, Apa Artinya?

INDONESIAPOLITIK.COM – Pada Juli 2023, Bank Dunia kembali memasukkan Indonesia ke dalam kategori negara berpenghasilan menengah ke atas. Apa arti posisi Indonesia di kelas menengah ke atas ini?

Sekadar informasi, Bank Dunia mengklasifikasikan negara ke dalam empat kategori berdasarkan PDB. Yakni, berpenghasilan rendah ($1.035), berpenghasilan menengah ke bawah ($1.036-$4.045), berpenghasilan menengah ke atas ($4.046-$12.535), dan berpenghasilan tinggi (di atas $12.535).

Baca: Poltracking: Jokowi Punya Pengaruh Tertinggi dalam Pilpres

Melihat data Bank Dunia, ekonomi Indonesia pada tahun 2022 saat ini didasarkan pada Produk Domestik Bruto (PDB) dengan harga berlaku Rp 19.588,4 triliun dan PDB per kapita Rp 71,82 juta atau US$ 4.788 dihitung.

Asisten Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengumumkan bahwa kenaikan Bank Dunia terhadap Indonesia ke tingkat pendapatan menengah menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia relatif lebih cepat dibandingkan negara lain setelah pandemi Covid-19.

“Kategorisasi ini merupakan sinyal bahwa perekonomian Indonesia membaik di tahun 2022,” jelas Josua dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (5/7/2023).

Josua mengatakan bahwa salah satu manfaat potensial dari pemutakhiran ini adalah untuk menandai Indonesia sebagai negara investasi potensial bagi investor, baik untuk investasi asing langsung maupun untuk pasar keuangan.

Dampak Pada Masyarakat

Di sisi lain, status Indonesia sebagai high-middle income country tidak berdampak signifikan bagi masyarakat, menurut Tauhid Ahmad, direktur eksekutif Development Institute of Economy and Finance (INDEF).

“Bagi masyarakat sebenarnya tidak terlalu signifikan dampaknya. Hanya saja, ada sesuatu yang mungkin secara umum kita masuk ke dalam satu tahapan negara yang mulai masuk ke kelompok kelas menengah,” jelas Tauhid.

Di Indonesia, kata Tauhid masih terjadi ketimpangan yang tinggi, yang menunjukkan indeks di Indonesia sebesar 0,381 pada September 2022.

“Kalau ada pendapatan tinggi, tapi pendapatan masyarakat bawahnya juga banyak. Namun di tengah-tenag itu yang kemudian seoalah-olah Indonesia ada di tengah-tengah,” jelas Tauhid.

“Mesti Indonesia masuk ke dalam pendapatan kelas menengah atas, tapi kelompok bawahnya bebannya masih berat. Gak ada dampaknya signifikan ke masyarakat,” kata Tauhid lagi.

Misalnya, pada tahun 2019, Indonesia pernah digolongkan sebagai kelas menengah ke atas. Namun, pukulan berat pandemi Covid-19 telah mendorong Indonesia kembali menjadi kelas menengah ke bawah selama dua tahun berturut-turut dan kini kembali bangkit.

Hanya saja, pendapatan per kapita Indonesia saat ini masih sangat jauh dari target berpenghasilan tinggi menjadi negara dengan rata-rata pendapatan penduduk lebih dari 13.845 USD.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments