33.5 C
Jakarta
Saturday, June 15, 2024
HomeBeritaIstana Bela Proposal Perdamaian Prabowo Soal Rusia-Ukraina

Istana Bela Proposal Perdamaian Prabowo Soal Rusia-Ukraina

INDONESIAPOLITIK.COM – Sekretaris Kabinet Pramono Anung membela Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam polemik proposal perdamaian antara Ukraina dan Rusia. Menurut Pramono, usulan Prabowo harus dilihat dari sisi positif. Dia menilai usulan Prabowo atau menteri lainnya didasari niat baik.

“Saya yakin bahwa Pak Prabowo menyampaikan itu pasti dengan niat baik,” kata Pramono di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (7/6).

Pramono mengatakan, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memang telah mengambil langkah untuk mendorong perdamaian antara Ukraina dan Rusia. Jokowi bertemu dengan para pemimpin negara beberapa waktu lalu.

Baca: Jokowi akan Diskusi dengan Prabowo Terkait Proposal Damai Rusia-Ukraina

Saat dimintai konfirmasi lebih lanjut atas reaksi Jokowi terhadap Prabowo, Pramono tak langsung memberikan tanggapan.

Dia ragu-ragu untuk memutuskan apakah akan mengecam atau memuji Jokowi Prabowo atas proposal perdamaian tersebut. Menurutnya, topik itu akan dibahas saat Jokowi mengundang Prabowo.

“Karena ini menjadi polemik di ruang publik, presiden sudah menyampaikan beliau akan memanggil dan berdiskusi dengan Pak Prabowo mengenai hal tersebut,” ucapnya.

Sejauh ini, belum ada pertemuan yang dijadwalkan antara Jokowi dan Prabowo untuk membahas kontroversi seputar proposal perdamaian. Jokowi akan bertandang ke Singapura dan Malaysia dalam dua hari ke depan.

Proposal Perdamaian Prabowo

Sebelumnya, Prabowo mengajukan proposal perdamaian untuk Ukraina dan Rusia. Dia mengatakan perlunya gencatan senjata, penarikan pasukan sejauh 15 kilometer dari posisi garis depan ke zona demiliterisasi baru, dan penempatan pasukan PBB di zona demiliterisasi diperlukan.

Proposal Prabowo mendapat kritik keras di Ukraina. Kemudian, Senin (6/5), Duta Besar Ukraina Vasyl Hamianin berkunjung ke Kementerian Pertahanan untuk bertemu dengan Prabowo.

“Pertemuan berlangsung lama dan konstruktif. Saya puas dengan penjelasan Pak Prabowo dan juga menjelaskan posisi Ukraina,” kata Hamianin, Selasa (6/6).

Sementara itu, usai mengikuti rapat kerja nasional PDIP di Jakarta Selasa lalu, Jokowi menjawab pertanyaan wartawan dengan mengatakan: “Itu dari Pak Prabowo sendiri. Tapi saya tidak bertemu Pak Prabowo.”

Dia mengaku akan memanggil Prabowo untuk menjelaskan. Pada Selasa, dalam pertemuan dengan Komisi I DPR. Menlu Retno Marsudi mendesak anggota DPR untuk menanyakan langsung kepada Menhan soal proposal perdamaian Rusia dan Ukraina.

Ia juga menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam konflik antara Ukraina dan Rusia tidak berubah yaitu menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah serta mengakhiri perang.

Sebelumnya, Meutya Hafid, Ketua Komite I DPR RI, menggoda Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan pernyataan terkait konflik geopolitik, khususnya konflik antara Ukraina dan Rusia.

“Meminta kepada Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto untuk berhati-hati dalam menyampaikan opini. Khususnya terkait konflik geopolitik antara Ukraina dan Rusia,” ujar Meutya dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/6).

Permintaan Meutya datang setelah Ukraina menolak proposal perdamaian Prabowo baru-baru ini.

“Posisi Indonesia dalam konflik ini sudah jelas, apalagi pada Sidang Umum PBB Februari 2023. Indonesia merupakan salah satu dari 141 negara yang menentang serangan Rusia ke Ukraina dan mendukung kedaulatan dan keutuhan wilayah Ukraina,” tegasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments