33.5 C
Jakarta
Saturday, June 15, 2024
HomeBeritaPoin-poin Pidato Jokowi di Musra

Poin-poin Pidato Jokowi di Musra

INDONESIAPOLITIK.COM – Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato politik di hadapan Partai Permusyawaratan Rakyat (Musra) terkemuka untuk pemilihan presiden 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/5).

Hal itu disampaikannya setelah secara resmi menerima rekomendasi daftar nama terkuat dan terpilih untuk capres dan cawapres. Nama-nama tersebut ditentukan berdasarkan hasil voting tertinggi Musra setelah Agustus 2022.

Musra digelar untuk menjaring keinginan para relawan calon presiden pengganti Jokowi-Ma’ruf 2024. Mulai 2022, acara digelar di 27 kota dan provinsi dengan partisipasi 67.000 pemilih.

Tiga calon presiden dan empat calon wakil presiden yang memperoleh suara terbanyak selama masa Musra kemudian diserahkan kepada Jokowi.

Namun, ia tak mau membeberkan nama-nama calon presiden dan wakil presiden yang dipilihnya saat itu. Jokowi mengaku masih menunggu partai membentuk poros koalisi terakhir.

Ia mengaku akan membisikkan nama-nama calon presiden yang menurutnya cocok setelah berakhirnya poros koalisi dan calon presiden dan wakil presiden 2024.

“Itu bagian saya untuk memberikan bisikan kuat kepada partai-partai yang sekarang ini juga koalisinya belum selesai,” kata Jokowi.

Baca: Jokowi Singgung Pemimpin Berani, Relawan Dukung Koalisi Besar di Pilpres

Peluang dalam 13 Tahun

Pada saat yang sama, Jokowi banyak menyinggung soal pemimpin pemberani dalam pidatonya. Ia mengingatkan para relawannya untuk berhati-hati dalam memilih calon pemimpin.

Menurutnya, Indonesia hanya memiliki peluang 13 tahun untuk menjadi negara maju dengan menggunakan bonus demografi. Menurutnya, 13 tahun ke depan adalah waktu penentuan pembangunan Indonesia sebagai sebuah negara.

“Begitu kita keliru memilih pemimpin yang tepat, 13 tahun ke depan hilanglah kesempatan menjadi negara maju. Hati-hati,” ucap Jokowi.

Ia menegaskan, pemimpin masa depan Indonesia harus memahami dan merasakan potensi dan kekuatan bangsa. Ia mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang tepat, benar, dan dekat dengan rakyat.

Pemimpin Berani

Selain itu, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia harus memiliki pemimpin yang berani. Ia menegaskan, para pemimpin masa depan Indonesia harus memahami bagaimana memajukan negara ini. Jokowi mengatakan kepemimpinan Indonesia harus mampu menyusun strategi untuk bersaing dengan negara lain. Ia tak ingin orang-orang di Indonesia hanya tahu rutinitas duduk di belakang meja dan tanda tangan.

Namun, dia tidak memiliki strategi untuk memanfaatkan peluang dan kekuatan Indonesia.

“Pemimpin itu harus tahu dan paham bagaimana memajukan negara ini dari sisi mana. Dan mampu memanfaatkan peluang yang ada. Bukan rutinitas, bukan hanya duduk, bukan duduk di istana, tanda tangan, bukan itu,” tegas Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan presiden mendatang tidak takut digugat oleh negara manapun. Ia mencontohkan sikap menghentikan ekspor komoditas seperti minyak sawit, nikel, dan bauksit, namun tetap menerapkan kebijakan tersebut meski ada gugatan dari Uni Eropa.

“Saya titip kepada pemimpin berikut jangan takut digugat oleh negara mana pun. Kalau digugat, cari pengacara, lawyer terbaik agar kita menang,” katanya.

Relawan Tetap

Selain itu, ia mengimbau para relawan untuk tetap teguh agar tidak diganggu. Menurut Jokowi, dukungan para relawannya akan tetap diperhatikan jika stabil. Ia pun berjanji nantinya akan menyampaikan karakter calon presiden yang didukungnya pada saat yang tepat.

“Saya sangat bangga, bahwa seluruh relawan saudara-saudara semuanya masih solid dan kompak. Ini penting, ini penting, ini penting, karena kalau kita nggak solid dan kompak kita ini akan dilecehkan,” katanya.

“Mau dilecehkan?” Tanya Jokowi.

“Kalau kita kompak dan solid kita akan diperhitungkan. Setuju?” kata dia lagi.

Satir Suara Elit

Jokowi pun mengaku memahami keinginan para relawan Musra, karena mereka menginginkan presiden dan wakil presiden terpilih di Pilpres 2024 melalui suara rakyat bukan elit partai.

“Karena yang kita dengarkan suara rakyat, akar rumput. Bukan suara elite,” tegas Jokowi.

Jokowi kemudian merujuk pada soal relawan yang peduli demokrasi dan ingin mengambil suara rakyat di tingkat akar rumput dan bukan di tingkat elit partai. 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments